Membangun Fondasi yang Kuat dengan Pemikiran Positif
Pemikiran positif merupakan hasil dari evolusi pemikiran manusia sepanjang sejarah. Filosofi Yunani kuno, seperti Stoikisme dan Epikureanisme, menekankan pentingnya sikap mental dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Selain itu, konsep-konsep dalam agama, seperti dalam ajaran Taoisme, Hinduisme, dan Buddha, juga menyoroti pentingnya pikiran yang positif dalam mencapai keselamatan dan kedamaian batin. Pada masa Renaisans, pemikiran positif kembali muncul melalui karya-karya tokoh seperti Leonardo da Vinci yang memandang dunia dengan rasa ingin tahu dan optimisme. Selanjutnya, pada abad ke-20, psikologi modern mengembangkan pemahaman ilmiah tentang kekuatan pikiran positif melalui konsep-konsep seperti psikologi kognitif dan psikologi positif. Dengan demikian, latar belakang pemikiran positif mencakup perjalanan panjang pemikiran manusia dari masa ke masa, mengintegrasikan konsep-konsep dari berbagai budaya, agama, dan disiplin ilmu. Dalam pembahasan kali ini, akan membahas mengenai definisi dari pemikiran positif, manfaat pemikiran positif, strategi menerapkan pemikiran positif, serta tantangan dalam menerapkan pemikiran positif.
Definisi Pemikiran Positif
Apakah yg dimaksud dg berpikir positif? Secara umum berpikir positif diartikan sebagai aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangun dan membangkitkan aspek positif pada diri, baik itu yang berupa potensi, semangat, tekad maupun keyakinan diri kita sehingga memunculkan perasaan, perilaku, dan hal yang baik dan telah menjadi sebuah sistem berpikir yang mengarahkan dan membimbing seseorang untuk meninggalkan hal-hal negatif yang bisa melemahkan semangat perubahan dalam jiwanya.
Berpikir positif tidak berarti mengubah yang negatif menjadi positif begitu saja. Jika kita menghadapi suatu hal yang negatif, maka kita tetap menerimanya sebagai kenyataan yang sudah terjadi. Dan Dengan Berpikir Positif terhadap suatu hal berarti kita mengambil keputusan, kita memilih lebih fokus pada segala sesuatu yang positif yang sudah ada dalam diri dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.
Berpikir positif perlu dilatih karena pada dasarnya manusia lebih mudah untuk berpikir negatif. Pikiran kita lebih terarah pada hal-hal negatif karena adanya ketakutan menghadapi masa depan.
Manfaat Pemikiran Positif
Ada banyak manfaat bagi fisik dan mental yang bisa dirasakan saat memiliki pikiran yang positif. Berikut ini beberapa manfaat yang telah dirangkum dari para ahli, yaitu:
1. Mengurangi Stres dan Mencegah Depresi
Pemikiran negatif merupakan salah satu faktor yang menyebabkan stres dan depresi. Dengan mengubah cara berpikir menjadi positif, ini bisa membantu Anda memerangi perasaan stres tersebut. Saat dihadapkan pada situasi yang memicu stres, berpikir positif dapat membantu pikiran untuk berpikir lebih efektif ketimbang pesimis.
Hal ini didukung oleh studi yang diterbitkan oleh Journal of Counseling Psychology yang menunjukkan bahwa orang dengan pemikiran positif umumnya lebih bahagia daripada orang yang melihat setengah gelas kosong. Daripada stres memikirkan hal-hal yang memang sudah tidak bisa dirubah, mereka akan menyusun rencana tindakan dan meminta bantuan atau nasihat orang lain.
2. Memperkuat Imun Tubuh
Manfaat berpikir positif selanjutnya adalah untuk memperkuat imun tubuh dan mencegah penyakit. Pasalnya, pikiran negatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya, orang-orang yang optimis biasanya dapat menunjukkan respons kekebalan yang lebih kuat.
3. Lebih Mudah untuk Menerapkan Hidup Sehat
Menjaga diri agar berpikir positif tentunya akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan berpikiran positif, Anda jadi mampu mengurangi kebiasaan buruk, gaya hidup tak sehat, serta bisa memilih menerapkan pola hidup positif untuk kesehatan jiwa dan fisik.
4. Memperlambat Penuaan dan Memperpanjang Harapan Hidup
Dilansir dari Canadian Medical Association Journal menunjukkan bahwa orang tua yang kurang menikmati hidup, 80% lebih mungkin mengalami masalah fungsional seperti kurangnya mobilitas dan keseimbangan hingga inkontinensia (hilangnya kontrol kandung kemih).
Lalu, pada studi lainnya yang dilakukan oleh JAMA Psychiatry juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang optimis memiliki kemungkinan 55% lebih kecil untuk meninggal lebih awal daripada rekan-rekannya yang sering berpikiran negatif.
Dapat dikatakan, orang yang bersikap positif memiliki kemungkinan untuk berumur lebih panjang. Pasalnya, orang yang berpikir positif biasanya juga memiliki pikiran yang lebih optimis, sehingga hal ini dapat menjaga kestabilan kesehatan fisik dan mental.
5. Lebih kuat Menghadapi Sesuatu yang Berat
Manfaat berpikir positif lainnya adalah dapat memberikan Anda ketangguhan dalam menghadapi masalah. Ini karena, Anda dapat dengan lebih mudah mencari jalan keluar dari sebuah masalah, jika memikirkannya dari sisi positif masalah tersebut.
Strategi Menerapkan Pemikiran Positif
Bagi setiap individu, berpikir positif mungkin hal yang sulit. Kita dihadapi dengan tantangan kehidupan dan sulit bagi kita untuk menemukan sudut pandang "positif" dari tantangan tersebut. Salah satu kesalahan kita saat mencoba berpikir positif adalah dengan tidak menerima keadaan yang terjadi dan cenderung mencoba menerapkan pemikiran yang bertolak belakang demi terkesan positif. Kita harus memahami, dalam hidup, things actually go worst. Siapapun pasti akan berada di momen dimana tantangan itu sangat berat dan kita merasa di titik terendah dalam hidup. Itulah siklus kehidupan yang terjadi di setiap individu.
Manusia banyak kali mencoba berpikir positif dengan tantangan yang terjadi dalam hidup. Namun hal yang tidak disadari, saat itu hal yang dilakukan adalah bersikap ignorance. Kita berusaha "acuh" dari kejadian yang terjadi dalam hidup demi mendapatkan asumsi kata "Berpikir Positif". Namun, hal itu justru berdampak ke tingkat frustasi dan stress yang berkelanjutan.
Belajar dari hal tersebut, muncul pertanyaan seperti: Apa sebenarnya Berpikir Positif itu. Mengapa berpikir positif itu baik dan penting untuk hidup kita? Apakah benar itu baik untuk kehidupan kita? Atau sebaliknya? Jika baik, apa yang salah dari yang saya lakukan? Dari hasil pertanyaan tersebut, dapat disadari bahwa berpikir positif tidak hanya sekedar "berpikir positif" agar kita mendapatkan label tersebut, namun berpikir positif adalah suatu tindakan kolaboratif baik itu (1) dari dalam diri dan (2) dari lingkungan demi menyikapi kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita dengan mengedepankan optimisme dan fokus terhadap apa yang baik sehingga kita dapat belajar dari pengalaman dan menentukan jalan terbaik ke depan. Berikut 8 tips cara berpikir positif yang terbagi dalam 2 aspek, dalam diri dan lingkungan.
1. DARI DALAM DIRI
Berpikir positif tidak hanya memaksakan pikiran kita untuk berpikir positif, namun menurut saya juga kombinasi antara tindakan-tindakan berikut
1. Menerima (Acceptance)
Kejadian datang karena alasan tertentu. Pahamilah bahwa sebagai manusia kita ada keterbatasan. Kehidupan pun memiliki siklus naik dan turun. Hal pertama yang harus kita lakukan saat berada dalam tantangan hidup adalah dengan Menerima. Ya, apapun tantangan kehidupan, kita harus belajar menerima (accept) kejadian tersebut. Pahamilah bahwa itu pasti terjadi dalam siklus kehidupan. Ya, ini tidak mudah dan butuh kerja keras dari dalam diri. Dalam beberapa kesempatan, jika tantangan hidup membuat Anda frustasi, saya sangat sarankan untuk berbagi dengan orang terdekat atau berbicara dengan ahli seperti konselor psikologi.
2. Fokus ke Hal Baik (Focus)
Gunakan momen ini untuk merenungi apa yang terjadi dan usahakan fokus kepada hal yang baik. Kita dapat mendata hal baik apa saja yang sudah atau akan terjadi. Kita dapat ciptakan skenario-skenario hal-hal baik yang sudah atau mungkin akan terjadi. Mari kita latih pikiran dan sudut pandang kita agar dapat melihat hal yang baik/positif di segala keadaan.
Contoh sederhana, jika Anda jatuh saat berlatih menggunakan sepeda untuk pertama kali. Maka hal-hal baik yang bisa kita data seperti (1) Setidaknya Anda memahami tindakan apa yang menyebabkan Anda terjatuh, sehingga saat berlatih di kemudian hari Anda tidak mengulanginya lagi (2) Menyadari bahwa semakin Anda berlatih, berarti Anda semakin mendekati keahlian yang ingin didapat.
3. Afirmasi (Affirmation)
Gunakan kata-kata afirmasi positif dari hal-hal baik yang ada (apapun itu). Hal ini bertujuan untuk menguatkan hal yang baik dan positif yang terjadi di setiap apapun kejadian yang kita alami.
a. Kita dapat menulis kata-kata tersebut dan di simpan dalam sebuah jurnal.
b. Jika itu cukup sulit, kita juga dapat semudah mengucapkan baik di dalam hati atau terucap langsung dari mulut kita.
Kata-kata afirmasi harus bersifat positif dan mendorong semangat kita dalam menjalani tantangan tersebut. Beberapa kata-kata afirmasi yang dapat kita gunakan
1) Terima kasih [namamu] telah berjuang
2) [Namamu], kamu hebat
3) Saya yakin, saya bisa
4) Saya percaya dan yakin pada diri saya sendiri
5) [Namamu], kamu pasti bisa
4. Pembelajaran (Learning)
Penting untuk mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang dialami. Apa yang sudah terjadi? Hal-hal apa saja yang sudah baik? hal-hal apa saja yang dapat dijadikan bahan pengembangan diri di masa depan? Kita dapat catat hal-hal yang sudah terjadi sebagai bentuk perenungan dan pembelajaran diri. Semakin kita belajar dari apa yang sudah terjadi dalam kehidupan kita maka semakin terbentuk sifat kedewasaan dan kebijaksaan dalam menjalani hidup.
5. Rencana dan Aksi (Plan & Action)
Berpikir positif tidak hanya berhenti sampai kita memikirkan dan merenungkan apa yang terjadi dengan sudut pandang yang positif, namun juga disarankan untuk merencanakan aksi kita selanjutnya (Plan & Action). Tujuan nya adalah agar kita dapat selalu melangkah lebih baik dengan melakukan aksi nyata. Kita dapat memulai dari pembelajaran yang kita dapat, rencana dan aksi apa saja yang akan kita lakukan di masa depan yang berfokus kepada perkembangan yang positif? Apa hasil yang diharapkan? Kapan rencana tersebut akan dijalankan? Semoga dengan rencana dan aksi nyata ini, tantangan kehidupan yang terjadi pada hidup kita, dapat berubah menjadi hal baik yang bersifat nyata.
2. DARI LINGKUNGAN
Tidak hanya dari dalam diri, Lingkungan pun berperan penting dalam membantu untuk berpikir positif. Kita perlu menciptakan lingkungan yang dapat membantu kita untuk berpikir positif. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mencari lingkungan tersebut. Berikut beberapa saran yang dapat kita lakukan untuk menciptakan atau mendapatkan lingkungan yang positif
1. Lingkaran Pertemanan yang Positif
Carilah lingkaran pertemanan yang memang mengajak kita kepada pola pikir/perubahan yang positif. Menjadi penting bagi kita untuk selektif dalam memilih inner circle kita. Kita juga dapat bergabung ke komunitas-komunitas tertentu yang mungkin dapat mengajakmu ke arah yang positif. Atau komunitas-komunitas yang memiliki tantangan yang sama dengan Anda.
2. Sosial Media yang Positif
Bagi yang aktif di Sosial Media, kita dapat Follow akun-akun sosial media yang menyebarkan berita baik dan fokus kepada hal positif. Sebaliknya, jauhi akun-akun, berita-berita, influencer yang menyebarkan berita tidak baik seperti gosip, berita tanpa fakta (hoax), prank, serta akun-akun lain yang lebih menjurus ke arah yang tidak berfaedah atau negatif.
3. Kuatkan Mindset
Kita hidup di era teknologi yang masif sehingga alur informasi dapat mengalir dengan cepat. Oleh karena itu, kuatkanlah pendirian kita terhadap pola pikir positif. Lingkungan yang kita temui mungkin akan bervariasi dan mungkin akan berdampak bagaimana kita melihat kejadian. Positivity Mindset kita harus kita latih dan kita kuatkan, agar apapun lingkungan yang mungkin kita temui, kita tetap memiliki pendirian yang teguh.
Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemikiran positif adalah hasil dari evolusi pemikiran manusia sepanjang sejarah, yang melibatkan kontribusi dari berbagai budaya, agama, dan disiplin ilmu. Filosofi Yunani kuno, agama-agama seperti Taoisme, Hinduisme, dan Buddha, serta tokoh-tokoh seperti Leonardo da Vinci, semua telah menyoroti pentingnya sikap mental yang positif dalam mencapai kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedamaian batin.
Definisi pemikiran positif mencakup aktivitas berpikir dengan tujuan membangun dan membangkitkan aspek positif pada diri serta fokus pada hal-hal baik dalam setiap situasi. Manfaatnya meliputi mengurangi stres, memperkuat imun tubuh, memudahkan penerapan gaya hidup sehat, memperlambat penuaan, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi masalah, dan memperpanjang harapan hidup.
Strategi untuk menerapkan pemikiran positif melibatkan langkah-langkah dari dalam diri seperti penerimaan, fokus pada hal baik, menggunakan afirmasi positif, mengambil pembelajaran dari setiap pengalaman, merencanakan tindakan, dan mengambil langkah konkret untuk perubahan. Selain itu, menciptakan lingkungan yang mendukung juga penting, termasuk memiliki lingkaran pertemanan positif dan memilih konten yang positif di media sosial.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemikiran positif bukan hanya sekedar pandangan optimis, tetapi juga merupakan sikap mental yang membutuhkan latihan dan kesadaran diri yang konsisten serta penciptaan lingkungan yang mendukung.
Referensi
https://konseling.upnvj.ac.id/berpikir-positif/
https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/manfaat-berpikir-positif-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental/
https://id.linkedin.com/pulse/berpikir-positif-apa-itu-beserta-8-tips-cara-yodhi-kharismanto
Komentar
Posting Komentar